Laman

Selasa, 25 Mei 2010

Birthday Surprise

Jaekyong’s POV

Aku menangis di dalam taksi yang berjalan menuju rumahku. Masih kesal dengan semua kejujuran seorang namja yang selama ini aku cintai sepenuh hati. Bagaimana tidak kesal! Jika kalian menjadi aku, kalian pasti akan menangis juga.

[Bonamana Cafe, 04.00pm]

“Mianhae oppa, aku terlambat. Tadi ada masalah sedikit di sekolah” aku memeinta maaf pada Kibum oppa yang sudah menungguku. “Kwaenchanha, duduklah aku ingin bicara” raut mukanya tampak serius. “Ada apa oppa?” aku mulai cemas.

“Tapi kau janji dulu tidak akan marah” katanya lagi. “Ne, cepat katakan ada apa? Jangan membuatku khawatir” jawabku. Ia menggenggam tanganku “Mianhae Jaekyong-ah, sebenarnya..” katanya menggantung. “Apa oppa? Apa?” aku tidak sabar.

“Sebenarnya aku, mencintai oppamu, Jungsoo-sshi” katanya pelan namun rasanya jantungku seperti tertusuk pisau tukang daging. Sakit sekali. Kupingku juga sakit mendengarnya, perkataanya bagaikan petir di siang bolong. Sungguh membuatku kaget.
“Oppa, kau jangan bercanda, kau bercanda kan?!” kataku dengan nada yang meninggi dan hampir menangis. Ia hanya terdiam dan menggelengkan kepala. “Mianhae...”


“Lepaskan tanganku, aku mau pulang!” aku melepaskan tanganku dan keluar cafe. “Mianhae Jaekyong-ah!” dia berteriak meminta maaf. Aku menangis dan mencegat taksi lalu pergi.

PARK JAEKYONG BABO! Kenapa aku bisa mencintai namja gay macam Kim Kibum? Jadi, selama ini namja yang ku peluk, ke cium, kucintai, seorang gay? Kau juga meyebalkan Kibum! Aku benci Kim Kibum!!! Aku mungkin tidak akan sesedih ini jika ia mencintai.. ehm pria lain. TAPI KENAPA HARUS OPPAKU? KENAPA HARUS JUNGSOO OPPA? Aish mengapa aku harus mempunyai kisah seperti ini?

Ah handphoneku berbunyi. Jungsoo oppa, malas ku angkat ah. Biarkan saja. Aku masih kesal dan sedih dengan apa yang menimpaku hari ini. Aku tidak ingin bercerita pada siapapun, karena pasti tidak hanya aku yang malu, tapi juga Kibum dan Jungsoo oppa.
==
Kibum’s POV

“Sebenarnya aku mencintai oppamu, Jungsoo-sshi” kataku pelan dan memasang tampang menyesal. Ia terdiam beberapa saat. Dari air mukanya sangat terlihat kalau dia kaget, aku menahan tawaku. “Oppa, kau jangan bercanda, kau bercanda kan?!” nadanya mulai meninggi dan seperti ingin menangis. Mukanya memerah. Aku diam lalu menggeleng. “Mianhae...”

“Lepaskan tanganku, aku mau pulang!” aku melepaskan genggaman tanganku. Ia pergi. “Mianhae Jaekyong-ah!” aku sedikit berteriak. Dia sudah pergi. Dan aku tertawa keras sekali, mungkin semua orang di cafe mendengar suara tertawaku. Hahaha aduh Jaekyong-ah, kamu kenapa polos sekali sih? Mau saja di bohongi olehku. Kkkk~

Handphone ku berbunyi, ah Teuki hyung. Perlu ku jelaskan, Teuki ini adalah panggilan akrab ku pada Jungsso hyung, sudah lama aku mengenalnya dan dari dulu aku memang menggunakan nama Teuki untuknya.
“Yobeseyo” aku menjawab telponnya dengan sedikit tertawa.
“Bagaimana? Berhasil?” tanyanya penasaran
“Sangat berhasil! Dia pasti marah sekarang! Kkkk~”
“Jinca? Huah kau pintar berakting ya Kim Kibum!”
“Kau baru sadar? Memang dari dulu hyung!”
“Tidak salah dongsaengku memilihmu jadi namja chingu.”
“Tentu saja! Sekarang gantian hyung yang melanjutkan rencana!
“Ne arasseo, gomawo Kibum!”
“Cheonmaneyo hyung!” itulah akhir percakapan kami. Semoga rencana ini berhasil! Mianhae chagiya, aku hanya ingin membuat sesuatu yang beda saat ulang tahunmu tahun ini. Kkk~

==

Jaekyong’s POV

“Aku pulang” aku masuk ke dalam rumah. Aku menemukan Jungsoo oppa duduk melamun di sofa. “Ah kau sudah pulang,” ia tersenyum sedikit. “Kau kenapa? Habis menangis?” tanyanya padaku. Mungkin ia melihat mataku yang sembab. “Hmm iya, kwaechanha, tenang saja” aku mengucek mataku. “Oppa mengapa melamun?” aku gantian bertanya. “Terlalu sedih untuk ku ceritakan..” jawabnya. “Ayolah oppa ceritakan..” aku sedikit memaksa. “Baiklah, aku, aku putus dengan Sunghyo..” katanya sedih.

“Waeyo? Kalian kan pasangan yang selalu bikin iri pasangan lain? Kenapa berpisah?” aku sedikit terkejut. Oppaku dengan sahabatku, Sunghyo memang pasangan yang sangat mesra. Aku heran mengapa hubungan mereka harus berakhir. “Aku mencintai orang lain.. dan aku menyesal” jawabnya.

“Lalu Sunghyo bagaimana?” aku khawatir dengan sahabatku itu. “Molla, bisa kau katakan padanya aku minta maaf?” pinta Jungsoo oppa padaku. “Ne, nati aku sampaikan, aku masuk ke kamar dulu” aku bernjak dari sofa. “Tapi, siapa yang oppa cintai sekarang?”

“Tidak bisa ku sebutkan” ia berlalu. “Sudahlah kau tidur saja, sudah malam” dan menyuruhku tidur. Aku menurut karena memang sudah malam dan aku ingin melepas semua perasaan kesal dan sedihku dengan tidur. Semoga besok menjadi lebih baik.

==

“Kami berdua sudah menjadi sepasang kekasih..” Jungsoo oppa tersenyum dan menggenggam tangan Kibum. “Mwo? Kalian.. pasti bercanda iyakan?”
“Kami tidak main-main...”
“Aku benci kalian, AKU BENCIIIIIIII! “
“Sunghyo-ah, mianhae..”
“ANDWAEEEE!”
HAH! Untung hanya mimpi. Mimpi yang menyeramkan, lebih menyeramkan dari sadako. Mengapa aku harus mimpi seperti ini sih? Bagaimana kalau mimpiku kenyataan? Aku hanya bisa.. menangis....

==

Aku datang ke sekolah dengan mata sembab dan mengantuk. Setelah mimpi itu aku tidak bisa tidur karena aku menangis. Rambutku juga acak-acakan. Sudahlah siapa peduli? Aku berjalan menuju kelas dengan langkah gontai.

“Ya Jaekyong-ah, kwaenchanha?” Sunghyo yang sudah ada di kelas melihatku yang masuk kelas dengan keadaan seperti ini. “Kwaenchanha, biarkan aku duduk dulu” aku berjalan menuju mejaku. Sunghyo berjalan di belakangku. “Hey, kau tidak kelihatan ‘baik-baik saja’, kau tahu? Ada apa?” ia memintaku untuk bercerita. “Kau dulu yang cerita, kau habis putus dengan Jungsoo oppa kan?”

“Heh, ku sudah tahu?” ia tampak kaget. “Ya begitulah, ini untuk kebahagiaan kami” lanjutnya. “Sudah jangan pikirkan aku, kau kenapa?” tanyanya lagi. “Tidak bisa ku jelaskan, terlalu menyebalkan, menyakitkan, menjijikan!” aku mulai menangis lagi. “Sssh kau ini kenapa sih? Ceritakan saja jika membebanimu, aku siap mendengarkan..” ia memelukku dan
menenangkanku. “Aku, aku, huaaaa” tangisku akhirnya pecah juga. “Kenapa?” tanyanya lagi. “Aku tidak bisa cerita, aku lebih terluka jika kau menyuruhku mengunkitnya lagi..” aku gantian memeluk Sunghyo. “Baiklah jika kau tidak mau cerita, aku tidak akan memaksa”

Aku tidak bisa konsentrasi sama sekali pada pelajaran di sekolah. Di kepalaku hanya ada namja bodoh itu, Kibum. Aku tidak nafsu makan, tidak mau melakukan apapun. Aku hanya ingin pulang lalu menangis lagi. Inilah akibat kalau kau terlalu cinta, saat harus melepaskan orang yang kau cintai kau akan stress sepertiku.

==

“Jaekyong-ah, ayo makan, aku sudah memasak untukmu nanti makanannya keburu dingin” Jungsoo oppa menyuruhku makan. “Aku nggak lapar, tidak mau makan oppa” aku menjawab dari kamar. “Heh tidak boleh, nanti Appa dan Umma marah padaku, ayoo makan!” kata Jungsoo oppa lagi. “Oppa aku tidak mau makaaaaaaaaan!” jawabku lagi. “Jika kau tidak makan 2 hari lagi kau tidak ku kasih iPod baru!” katanya lagi. Aduh oppa jangan membujukku dengan iPod dong, aku tidak bisa menolak tahu! “Ah oppaaa kau jahat sekali!” akhirnya aku membuka pintu. “Nah gitu dong, ini baru Jaekyong, dongsaengku yang paling cantik!”

“Ayo makan” Jungsoo oppa mengambilkan aku makanan yang ada di meja. Aku makan setengah hati. “Hey, kau tahu? Kau tidak cantik jika kau makan seperti itu. Makan yang benar!” Jungsoo oppa melihatku yang makan dengan setengah hati. “Ne oppa araji” aku melanjutkan makan, kali ini dengan lebih sunggh-sungguh. “Kenapa sih sedih terus? Padahal 2 hari lagi kau kan ulang tahun, harusnya kan kau senang” tanya Jungsoo oppa yang heran melihatku yang tidak karuan ini.

“Aku senang kok” aku mencoba tersenyum. “Tidak usah bohong, kamu pikir oppa buta tidak bisa lihat raut mukamu?” kata Jungsoo oppa. “aku tidak tahu masalahmu, tapi sudahlah lupakan saja, jangan terlalu serius menanggapinya, santai saja” Jungsoo oppa membelai rambutku sayang. Ah oppa tidak tahu rasanya sih punya pacar yang seperti itu. Aku juga ingin melupakan si babo Kim Kibum itu, tapi susah sekali..

“Eh iya sudah lama aku tidak melihat Kibum datang ke rumah, dia sedang sibuk ya Jaekyong?” Jungsoo oppa bertanya lagi. “Eh, Kibum? Aku tidak yahu” jawabku mencoba santai. “Mana bisa kau tidak tahu, kau kan yeoja chingu nya” katanya lagi. “Jeongmal molla oppa, aku tidak di telpon dia akhir-akhir ini” jawabku. Lagian mana mau aku di telpon lelaki tidak normal seperti itu? Ih tidak usah ya!

“Waeyo? Hmm mungkin dia ingin membuatmu kangen ya?” katanya sambil membereskan meja. Aku tidak menjawab. “Wah kalian so sweet banget sih? Aku jadi iri” lanjutnya lagi. Apanya yang so sweet! Jungsoo oppa aneh! “Lebih so sweet oppa dengan Sunghyo lagi, sayang sekali kalian putus” kataku mengalihkan pembicaraan dari Kibum dan aku.

“Kami kan putus untuk kebahagiaan kami” jawabnya. “Ah sudahlah tidak usah memikirkan cinta, sekarang kau tidur ya, jangan sedih lagi, mimpi indah” Jungsoo oppa memelukku lalu pergi ke kamarnya. Semoga saja aku tidak mimpi aneh itu lagi. Semoga.

==

Kibum’s POV

Hmm sudah H-1 ya? Cepat juga dari saat aku bilang kalau aku seorang ‘gay’. Aduh aku rindu pada nae yeoja chingu, sudah 2 hari aku tidak ada telpon dan sms, di sekolah tidak pernah bertemu (kalau tidak sengaja bertemu pun pasti dia menghindar T.T), hah jeongmal bogoshipoh Jaekyong-ah. Teuki hyung juga menyuruhku tidak boleh mengirimkan kabar padamu agar terlihat kalau aku sudah melupakanmu. Padahal aku kan kangen T.T .

Ah iya dimana Sunghyo dan Teuki hyung? Aku sudah menunggu di Bonamana cafe dari pulang sekolah tadi, hampir setengah jam. Kami ingin merencanakan untuk besok, supaya tidak ketahuan oeh Jaekyong makanya kami berkumpul di sini. Tapi mereka belom datang.

Nah itu mereka. “Teuki hyung! Sunghyo-ah! Lama sekali sih kalian..” aku memanggil mereka. “Hehe mianhae Kibum, tadi kami main dulu di taman” kata Teuki hyung menarik kursi dan duduk di hadapanku. “Mwo? ke taman? Ngapain? Kalian kan sudah besar tapi masih main di taman..” tanyaku heran. “Main sebentar, aku rindu sekali dengan pacarku ini” kata Teuki hyung sambil merangkul Sunghyo. Ampun pasangan ini mesra sekali sih, bikin iri! “Aigoo hyung jangan bikin aku iri..” kataku memelas. “Oops mianhae, aku lupa kau pasti lebih rindu pada dongsaengku”

“Iya! Sudahlah ayo kita bicarakan untuk besok, kita harus buat dia shock dulu” kataku. “Tapi jangan terlalu shock, kasihan sekali dia sudah 2 hari menangis terus” kata Sunghyo. “Iya, jangan terlalu membuatnya shock, aku setuju padamu chagiya” Teuki hyung malah terus bermesraan dengan Sunghyo. “Ya! Kalian berdua! Jangan membuatku iri ku bilang” kataku dengan nada agak tinggi. “Iya maaf aku lupa, hehe. Aku sudah punya rencana kok” kata Teuki hyung tersenyum seperti telah merencanakan sesuatu. “Apa itu chagi?” tanya Sunghyo. “Jadi begini...”

“Hahahha, aku suka idemu oppa! Oppa memang pintar!” pekik Sunghyo senang
“Teuki hyung, kau serius merencanakan hal ini? Ini terlalu gila..”
“Sudahlah, aku yakin ini akan berhasil. Tenang saja!” Teuki hyung tersenyum penuh kemenangan. Aku hanya bisa pasrah, yah semoga saja rencana ini berhasil.

==

Jaekyong’s POV

Tepat hari ini aku berulang tahun yang ke 17. Harusnya aku senang hari. Memang sih teman-temanku mengucapkan selamat padaku, tapi aku belum mendapat selamat dari sahabatku Sunghyo, dari Jungsoo oppa juga belum, dari.. si babo Kibum juga belum.

Sunghyo pasti sibuk dengan ekstrakulikuler wall magazine, Jungsoo oppa sibuk dengan kuliahnya, Kibum pasti sibuk menutupi jati dirinya. Ya sudahlah tidak apa. Sekarang aku mau pulang saja. Menenangkan diriku di rumah, tidur maksudku.

Aku keluar gedung sekolah dan melangkah menuju rumahku. Hey, tapi siapa itu? Ku rasa aku mengenal mobilnya. Tunggu dulu, itu kan Jungsoo oppa! Dia mau menjemputku? Aku berjalan ke arah mobilnya. Ternyata di bukan menjemputku, tapi menjemput..Kibum oppa. Aneh, mengapa Jungsoo oppa menjemput Kibum bukan menjemputku? Yang anehnya lagi mereka berjalan ke rumahku. Ada apa ini? Jangan bilang kalau... Andwae!

==

Kibum’s POV

“Mana sih dia? Lama sekali” aku melihat jam, sudah 15 menit. Aku melihat sekeliling. Ada Jaekyong berjalan keluar gedung sekolah. Waduh Teuki hyung harus cepat datang. Bisa gagal semua rencananya.

Ah itu dia mobilnya. “Maaf aku lama, agak lama memilih kuenya” kata Teuki hyung dari dalam mobil. “Ah kwaenchanha, ayo kita harus cepat, aku tadi melihat Jaekyong masih di sekitar sini” aku masuk kedalam mobil. “Ne arasseo, ayo kita ngebut!” Teuki hyung melajukan mobilnya cepat. Dan kini sudah sampai rumah keluarga Park. “Ayo cepat masuk, Sunghyo sudah di dalam”

“Ah kalian sudah datang, cepat kalian bersiap sana” kata Sunghyo sambil mempersiapkan kue untuk Jaekyong. “Bersiap bagaimana?” aku bingung. “Ya... bertelanjang dada” kata Sunghyo agak ragu. “Mwo? Sekarang? Ah aku belum siap” kataku kaget. “Ya sudah kau tidak usah sekarang, cukup buka saja jas sekolahmu dan lepas 2 kancing di bagian atas kemejamu” usul Teuki hyung. “Aku saja yang buka baju, aku mau pamer abs ku sekarang” lanjutnya. “Heh hyung tidak usah terlalu pede seperti itu aku jadi geli mendengarnya” kataku sinis. “Oke aku bersembunyi dulu ya” kata Sunghyo berlalu menuju ruang tengah.

“Ah itu dia datang” aku berseru. “Ayo siap di posisi masing-masing, aku duduk di sofa saja lah” kata Teuki hyung. Sementara aku hanya berdiri di depan Teuki hyung yang duduk di sofa. Tiba-tiba terdengar suara orang membuka pintu. “Jungsoo oppa..?”
Oke ini saatnya. Posisiku sekarang agak maju dan menunduk. Bersiap.
“AIGOO! APA YANG KALIAN LAKUKAN?!”
==
Jaekyong’s POV

Aku berjalan pulang dengan perasaan cemas. Perasaanku campur aduk sambil menduga-duga. Omona, aku takut sekali. Positive thingking, Jaekyong, everything is okay. Aku memacu jalanku lebih cepat lagi. Aku penasaran!

Akhirnya sampai di pintu gerbang rumahku, ada mobil Jungsoo oppa, apa ada Kibum juga di dalam? Aku berjalan pelan-pelan menuju pintu rumahku dan memutar engsel pintu dengan pelan. “Jungsoo oppa..?”

Dan aku mendapatkan pemandangan mengerikan. Sedang apa mereka? Jungsoo oppa yang telanjang dada dan.. Kibum yang memegang dagu oppaku. Ada apa ini? Perasaanku campur aduk, ingin marah dan menangis sekaligus. “AIGOO! APA YANG KALIAN LAKUKAN?!” aku berteriak.

Jungsoo oppa beranjak dari sofa. “Semuanya bisa ku jelaskan Jaekyong..” katanya dengam muka panik. “Apa yang mau kau jelaskan oppa? Semuanya sudah jelas!” aku hampir menangis.
“Jaekyong-ah, dengarkan aku dulu” kali ini Kibum ikut bicara. “Kau lagi,kau lagi. Jadi kau yang membuat Jungsoo oppa putus dengan Sunghyo? Bajingan!” aku tidak tahan untuk marah.

“Aku tahu aku bajingan, tapi dengarkan aku dulu!” Kibum memegang pundakku dan menahanku untuk pergi. “Apa lagi? Semuanya sudah jelas Kibum!” tangisku pecah. Kibum memelukku dan berbisik “Saengil chukkae hamnida chagiya”. Apa lagi ini?

“Saengil chukkae hamnida, saengil chukkae hamnida, saranghaeyo Park Jaekyong, saengil chukkae hamnida!” seseorang membawa kue dan bernyanyi selamat ulang tahun. Omona, itu kan Sunghyo! Aku semakin tidak mengerti.

“Saengil chukkae naui dongsaeng! Saranghaeyo! Mianhae membuatmu menangis..” sekarang gantian Jungsoo oppa yang memelukku. Jangan bilang kalau aku....

“Chagi, mianhae aku, Teuki hyung, dan Sunghyo mengerjaimu, jeongmal mianhae..” Kibum menggenggam tanganku meminta maaf. Sial jadi selama ini aku menangis siang malam hanya untuk dikerjai? JAHAT!

“Jadi aku dikerjai? Heeey aku menangis siang malam tidak nafsu makan 2 hari hanya untuk sebuah kebohongan? Jungsoo oppa, Kibum kalian jahat sekaliiiii!” aku melepas genggaman tangan Kibum dan memukul pundaknya. “Ya! Sakit tahu! Sekarang kau yang jahat!” kata kibum meringis kesakitan. “Dan kau Sunghyo! Kau juga sudah tahu?”aku bertanya pada Sunghyo yang asik tertawa melihatku dan Kibum. “Eh? Yaa begitulah, hehe” ia tersenyum. “Sudahlah ayo tiup lilinnya dulu..”

Pesta kecil-kecilan ini pun berakhir. Jungsoo oppa dan Sunghyo pergi jalan berdua. Katanya mereka kangen. Ya sudahlah toh aku juga rindu pada namja babo ini: Kim Kibum. Rinduuuu sekali.

“Hey, kemarin kau marah ya?” tanya Kibum membuyarkan lamunanku dan duduk di sampingku. Haah kenapa masih bertanya! “Tentu saja, kau me-nye-bal-kan tahu?” aku merengut kesal. “Mianhae.. sudah jangan cemberut kau jelek kalau begitu terus, ayo tersenyum” Kibum membentuk senyuman di wajahku. “Nah begini kan cantik” katanya lagi. Aku jadi melayang kalau begini caranya, hehe.

“Kau ini bisanya menggombal saja” aku melepaskan tangannya dari wajahku. “Kan setiap wanita selalu ingin di gombali” katanya lagi sambil mencolek daguku. “heh tapi aku tidak yang seperti ituu” aku mengelak. “Ah masa?” Kibum merangkak mendekati wajahku.”Iya! Apa yang mau kau lakukan” ia terus merangkak mendekati wajahku.

“Memberikanmu.. ini” ia mengelurkan sesuatu dari tangannya. Kalung berbentuk burung merpati. “Berbalik badan, aku akan pakaikan ini untukmu” aku berbalik dan dia memasang kalung indah itu lalu memelukku dari belakang. “Saengil chukkae chagiya, saranghae..” pelukkannya makin erat. “Nado saranghaeyo..” kataku.
“Chagi..”
“Mwo?”
“Aku...”
“Hmm?”
“Mau...”
“Mau apa?”
“Ke toilet”
GUBRAK!
Kim Kibum babo!! “Hah, ya sudah sana, dasar kau ini”. “Tunggu ya, aku tidak lama kok” ia berjalan ke toliet. Aku duduk menunggunya sambil melihat-lihat isi handphone Kibum. Eh ada sms, dari Jungsoo oppa. Aku membukanya.

“Chagiya, kau dimana?”

Mwo? Chagiya? Jungsoo oppa memenggil Kibum chagiya? Ada apa ini?

“KIM KIBUUUUUUUUUUUUUM! SINI KAU!”

==the end==

Di dedikasikan untuk adik kelas saya yang cinta mati ama Kibum : Restu Nalita. Maaf ya jelek ff nya hehe 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar