Laman

Sabtu, 07 Agustus 2010

Our Status : Engaged [part 5]

Hyunmi’s POV

“Dimsum?”
“Iya, memang kenapa?”
“Itu bukannya resep spesial keluarga umma?”
“Iya, sebentar lagi kan dia juga jadi keluarga umma, tidak ada salahnya kan?”
“Tapi.. aku saja belum pernah makan itu..”
“Ya nanti kau minta saja sama dia, sudah cepat nanti terlambat”
“Hah? Tidak mau.. ya aku berangkat”

Yap! Setelah bertunangan sekarang tugasku bertambah satu, memberikan bekal pada Taemin. Tentu saja ini bukan kemauanku. Tapi umma. Dan puncaknya pada hari ini. Umma membuat dimsum dari resep spesial keluargnya yang bahkan aku yang anak kandungnya saja belum pernah memakannya! Sepertinya umma lebih menyayangi Taemin dari pada aku (T_T).

Hari ini aku tidak diantar Taemin. Katanya harus membantu orang tuanya sebentar. Ya sudahlah aku juga tidak peduli. Lebih menyenangkan naik bis seperti ini.

Ah, sampai sekolah. Dan langsung di sambut tepukan di bahuku oleh Jonghyun. “Annyeong!”. “Ya! Mengagetkan saja..” aku ikutan menepuk bahunya. “Mianhae! Itu apa?” Jonghyun menunjuk ke kotak bekal yang ku bawa. “Biasa.. untuk si itu” jawabku. “Bukan! Maksudku isinya apa hari ini? Bibimbap? Soondae?”

“Aniyo, ini dimsum” jawabku lagi. “Oh..” ia mengangguk. “Eh cincinmu tidak di lepas?”
“Eh iya, tolong pegang ini sebentar” ah.. hampir saja lupa. Aku tidak ingin yang lain tahu tentang ini. Jadi lebih baik di sekolah cincinnya ku lepas, saat pulang ke rumah ku pakai lagi. Memang merepotkan tapi mau bagaimana lagi (-,-).

Tapi.. kok susah sekali di lepas ya cincin ini (>o<).

“Wae?” Jonghyun kebingungan melihatku yang menggerutu sendiri. “Hah! Tidak bisa dilepas..” aku mulai panik. “Coba nanti pakai sabun, biasanya sih berhasil” usulnya. Ah.. benar pakai sabun. Terkadang sahabatku yang aneh ini pintar juga.

Sampai di kelas aku buru-buru meletakkan tas ku dan bergegas ke kamar mandi. Mencoba melepaskan cincin itu dengan bantuan sabun. “Aish.. kenapa tidak mau lepas?” aku menggerutu lagi. Padahal sabunnya sudah cukup banyak! Akhirnya aku menyerah dan kembali ke kelas.

“Bisa lepas?” Jonghyun bertanya padaku. “Aniyo.. huaa aku harus bagaimana?!” jawabku sambil menarik-narik baju seragam Jonghyun. “Tenang saja, pasti Taemin melepas cincinnya kan? Tenang tenang!” Jonghyun menenangkanku. Ah benar juga, pasti dia melepasnya kan? Aku sedikit lega tapi entah mengapa perasaanku tidak enak (._.)

==

Taemin’s POV

Aku menatap jari manisku yang memerah. Dan juga menatap sebal ke sebuah benda sial yang seharusnya bisa lepas dari jari mansiku. “Aish kau membuatku malu tahu tidak?” aku bicara pada benda sial yang bernama cincin itu. Daritadi semua orang di kelasku sudah memperhatikan aku yang gagal melepas benda sekecil ini dari tanganku. Untungnya mereka tidak bertanya ini cincin apa. Tentu saja aneh untuk seorang namja memakai cincin, emas putih pula.

“Kau kenapa?” Minho yang baru datang. “Tolong aku carikan plester, jariku berdarah” jawabku asal. “Coba ku lihat?” ia mencoba melihat jariku. “Jangan! Kalau kau lihat nanti jadi infeksi” kataku bercanda. “Ya! Mataku ini memancarkan cahaya tahu bukan kuman! Sebentar aku ke UKS dulu”

Sebenarnya jariku hanya merah-merah saja tidak sampai berdarah. Aku sengaja meminta plester untuk menutup cincin itu.

“Ini” Minho menyerahkan plester itu. “Gomawo Minho-ya” aku membuka plester itu dan memakainya di jariku. Beres. Walaupun jika dilihat dari dekat kelihatannya luka ini aneh. Sudahlah.

“Taemin-sshi!” Key memanggilku. Tidak biasanya. Kami memang sekelas tapi tidak dekat. Anak itu terlalu pintar untuk jadi teman dekatku.

“Ini dari Hyunmi” Key menyerahkan barang itu. Pasti kotak makanan. Sudah kuduga..

==

Hyunmi’s POV

Aku masih memikirkan cincin yang tidak mau lepas ini. Bagaimana kalau tidak bisa lepas seumur hidup? Lalu jari manisku nanti jadi mengecil, ah ini dia alasanku tidak suka pakai cincin!
“Hyunmi-ah! Jangan bengong!”

“eh.. Sungrin!” rupanya dia sudah datang. “Aku tidak bengong kok!” kataku sambil masih menatap cincin itu. “Kau.. pake cincin? Bukannya aku tidak suka pakai cincin?” tanya Sungrin heran.

Mati aku! “Ah.. aku sedang mencoba pakai cincin.. umma yang menyuruhku..”

“Oh.. baguslah! Nanti kapan-kapan kita buat cincin persahabatan ya?” kata Sungrin. “Ah.. pasti..” kataku setengah hati.

Ah iya! Dimsum nya! “Sungrin-ah, aku keluar sebentar ya!” aku bangun dari kursiku lalu membawa kotak makanan itu. “Mau kemana?”

“Memberikan bekal untuk..” ups! Untuk siapa? Kalau aku bilang untuk Taemin pasti persahabatanku hancur saat ini juga.

“Untuk Key! Iya kan Hyunmi?” tiba-tiba Jonghyun datang. Ah kau penyelamatku Jjong!! “Ne, kau tau saja Jjong.. sudah ya nanti keburu bel masuk!” aku buru-buru keluar kelas dan menuju kelas Taemin. Mianhae Sungrin, aku membohongimu lagi..

==

Sungrin POV

“Sungrin-ah, aku keluar sebentar ya!” Hyunmi beranjak dari tempatnya sambil membawa kotak bekal. Dia membawa bekal untuk siapa? “Mau kemana?” tanyaku

“Memberikan bekal untuk..” jawabannya menggantung. Aku menunggu terus jawabannya.
“Untuk Key! Iya kan Hyunmi?” Jonghyun datang menghampiri kami.

“Ne, kau tau saja Jjong.. sudah ya nanti keburu bel masuk!” ia berlari lalu tersenyum. Untuk Key ya? Mereka sudah jadian?

“Jjong-ah! Hyunmi dan Key sudah jadian?” tanyaku pada Jjong yang duduk di depanku. “Hmm.. iya sudah, hari Sabtu..” jawab Jjong.

“Wah..” aku tersenyum. “Kita ikuti Hyunmi yuk!” aku menarik lengan Jjong dan mengajaknya keluar kelas.

“Tadi dia ke arah sini atau ke arah sana Jjong?” aku melihat ke kanan dan kiri, siapa tahu Hyunmi masih terlihat. “Ya! Kau tahu tidak mengintip orang pacaran itu tidak sopan!” Jjong melepaskan lengannya dari genggamanku. “Arasseo, tapi sekali ini saja ya? Temani aku ayo..”

“Itu dia!”

Hyunmi sedang menyerahkan bekalnya pada Key. Key tersenyum. Lalu Hyunmi pergi. Tapi Key mengejarnya. Lalu Hyunmi menunjukkan sebuah kalung pada Key. Sepertinya mereka sudah lama ya pacarannya? Tapi tidak mungkin, harusnya Hyunmi bilang padaku dulu kan?

“Sudah lihat kan? Ayo kembali ke kelas! Nanti ketahuan!” Jjong mulai tidak sabar. Kenapa dia cerewetnya melebihi aku sih? “Ya sudah kau duluan saja, aku mau ketemu Key dulu, oke?”

“Mworago? Ah ya sudahlah terserah kau saja” ia berlari meninggalkanku sementara aku berjalan ke dekat Key. “Key-sshi!”

“Ne?” ia menoleh ke arah ku.

==

Hyunmi’s POV

“Dimana kelasnya…” aku menggumam sambil mencari kelas Taemin. Dia kelas C kan? Hah aku lupa.

“Hyunmi-ah!” panggil seseorang di belakangku. Aku menoleh. “Ah, Kibum!”
“Sudah hampir bel masuk kau masih berkeliaran disini, ada apa?” tanya Key padaku. “Hmm, aniyo aku mau ke kelas XI C..” jawabku.

“Itu kan kelasku, kau mau bertemu siapa?” tanya Key lagi. “Oh kau satu kelas dengan Taemin?” tanyaku balik. “Ne, waeyo?”

Aku titipkan saja kotak bekal ini padanya, mumpung dia sekelas dengan Taemin. “Hmm.. bisa kau berikan ini pada Taemin? Ini dari ibuku untuk dia” ujarku sambil menyerahkan kotak bekal itu pada Key. “Untuk Taemin? Kau dekat dengannya?” Key bertanya lagi, namun dengan nada yang lain.

“Aniyo.. bukan aku.. tapi ibuku dan ibunya sahabat dari SMA” aku terkekeh. “Tolong titip ya? Gomawo Kibum..” aku bergegas menuju kelas tapi..

“Jakkaman!”
“Wae?”
Ia mendekatiku. “Kau.. pakai kalung itu tidak?”

Ah kalung itu.. “Ini” aku menunjukkan kalung kunci yang terpasang di leherku. “aku pakai kan?”
“ah iya.. aku pikir kau tidak suka kalung itu”
“Mwoya? Aku suka kok, sudah ya aku ke kelas dulu, pulang sekolah kita bertemu lagi”
“Dahh..”

Aku berlari menuju kelas. Untunglah belum bel dan belum ada guru. Tapi, dimana Sungrin? (._.)a

“Jonghyunnie.. mana Sungrin?” aku bertanya pada Jonghyun yang sedang asik mendengarkan musik. Pasti dia tidak dengar. “Jonghyun-ah!” aku sedikit berteriak. Masih juga tidak mendengar. Aku membuka earphone nya dan berteriak di telinganya “KIM JONGHYUUUN!!!!”

“Waeyo? Tidak usah berteriak di telingaku dong Hyunmi-ah!” katanya seperti tidak sadar sudah membuat orang jengkel. “Salah sendiri di panggil tidak dengar! Mana Sungrin?”

“Molla, ke toilet mungkin” jawabnya. “oh..”

Ah itu dia! Tapi aneh, raut wajahnya berubah. “Sungrin-ah! Waeyo?” tanyaku setelah ia duduk di kursinya. “Aniyo.. memangnya ada apa?” dia malah balik bertanya. Ia seperti menyembunyikan sesuatu. Dan sepertinya dia sedikit shock. Baiklah kalu begitu aku tidak akan mengganggunya.

“Park seonsang-nim datang!”

”Selamat pagi anak-anak, hari ini ada dua pengumuman dan dua-duanya berita gembira untuk kalian. Yang pertama adalah hari ini dan besok kalian belajar di rumah masing-masing..”

Dan seluruh murid langsung bersorak. Aku juga. Kalau begitu hari ini aku cuma latihan dance saja kan? Yes!

“Tenang dulu semuanya! Pengumuman yang kedua adalah sekolah akan memberikan hadiah untuk siswa-siswi kelas XI yang di saat pembagian rapor nanti mendapat peringkat 10 besar di rangking satu angkatan akan mendapatkan liburan ke sebuah tempat yang masih di rahasiakan. Jadi yang ingin mendapatkan hadiah itu, harus rajin belajar mulai dari sekarang. Sekarang kalian boleh pulang! Annyeonghi gyeseyo yorobun”

Liburan ya? Baiklah aku akan belajar giat!

“Hyunmi-ah, kau mau pulang tidak? Sudah lama kita tidak pulang bersama” ajak Sungrin. “Iya kau terlalu sibuk sekarang” tambah Jonghyun. “Sungguh aku mau pulang dengan kalian, tapi akhir semester nanti aku ada pertunjukkan dance di sekolah lain, aku harus latihan..”

“Baiklah kalau begitu, kami pulang dulu ya! Fighting!” Jonghyun berlalu sambil melambaikan tangan. “Annyeong Hyunmi-ah.. jangan kecewakan aku ya?”

Aku menangkap sesuatu yang lain dari perkataan Sungrin. Entahlah. “Tidak akan. Annyeong!” aku juga mengambil tas ku dan pergi menuju ruang latihan.

==

Sungrin’s POV

“Kau kenpa? Tumben diam?” kata Jonghyun. “Ah aniyo.. eh, aku mau bertanya sesuatu”
“wae?”

“Kau… berbohong ya padaku? Key dan Hyunmi… tidak pacaran kan?” tanyaku langsung to the point.

“Tentu saja aku bohong, kenapa baru sadar sekarang kalau aku membohongimu?” ia tersenyum jahil. “Huh dasar!” aku berhenti berjalan. “Kau marah ya? Mianhae” katanya lembut. Tidak biasanya.

“Kwaenchanha, hmm tapi aku sudah sadar dari tadi sebenarnya” jawabku.

~
“Key-sshi!”

“Ne?” ia menoleh ke arahku. “Sedang apa tadi kau dengan Hyunmi? Mesranya.. sudah berapa lama pacaran?” tanyaku padanya.

“Mwoya?” ia tampak kaget. “kau.. mengira aku dan Hyunmi pacaran? Kami cuma sahabat, tidak lebih”

“Jinca? Kalau begitu mengapa Hyunmi memberimu bekal?” selidikku lagi. Aku masih belum yakin akan perkataanya.

“Bekal ini? Ini bukan untukku” jawabnya lagi. “Lalu untuk siapa?” aku jadi bingung. Kalau bukan untuk Key untuk siapa? “Ini untuk Lee Taemin. Kau kenal dia kan?”

Taemin? Untuk apa Hyunmi memberikan bekal untuk Taemin? “Oh iya aku kenal dia. Tapi mengapa dia memberikan bekal untuk Taemin?”

“Molla. Ah mianhae Sungrin-sshi aku harus kembali ke kelas, annyeong haseyo” katanya terburu-buru. “Annyeong haseyo..”
~

“Oh begitu” nada bicara Jonghyun mulai agak cemas. “Wae?” tanyaku. “Ani..”

“Aku penasaran ada apa antara Hyunmi dan Taemin..” ujarku

“Hmm.. aku juga” ujar Jonghyun, kali ini dengan nada bicara yang makin aneh.

“Hyunmi.. dia.. tidak akan menyakiti perasaanku kan? Iya kan Jjong?”

Jonghyun berhenti berjalan lalu memutar tubuhku ke hadapannya “Pastinya! Kau tenang saja! Kau tidak yakin pada sahabatmu sendiri?”

Ah tentu saja! Mana mungkin sahabatku mengkhianatiku? “Aku yakin padanya, dan aku juga yakin padamu, kita sahabat dan tidak akan saling menyakiti, iya kan?” aku lantas memeluk Jonghyun.

“Terima kasih telah percaya pada kami Sungrin-ah..”

==

Hyunmi’s POV

“Yap harap kalian berkumpul dulu sebentar” ujar pelatih kami sebelum mulai latihan. “Ada apa pak?”

“Ini.. ternyata konsep kita sudah dipakai sekolah lain, terpaksa kita harus ganti konsep”

“Ganti ke konsep apa?” tanya Taemin. Aku juga penasaran.

“Aku sudah memikirkannya, karena kebetulan sekali jumlah anggota laki-laki dan perempuan sama jumlahnya, kita akan dansa berpasangan ala Eropa klasik yang digabungkan dengan unsur-unsur modern. Pasangannya boleh memilih sendiri”

Ku lihat beberapa temanku sudah mendapat pasangan. Sementara aku? Hanya menunggu. Aku bingung mau dengan siapa.

“Park Hyunmi! Sudah dapat pasangan?” tanya pelatih padaku. Aku menggeleng. “Kalau begitu pas sekali, dancing queen dan dancing king kita bersatu”

Mworago?

“Uri Leader Taemin akan berpasangan denganmu. Yorobun! Setuju tidak kalau Hyunmi dan Taemin berpasangan?”

“SETUJU!!!” dan semua orang bertepuk tangan. Aku mengehela nafas dan melirik ke arah Taemin. Dari pandangannya ia mengatakan ia sudah pasrah.

“Kalau begitu latihannya bisa dimulai sekarang kan?”

==

“Taemin! Hyunmi! Jarak kalian kurang dekat! Taemin! Pegang tangan Hyunmi dengan kuat! Ayo kita mulai lagi, tap tap tap!”

‘Kurang dekat apanya!’ ucapku dalam hati. Jarak kami sudah sangat dekat! Pandangan mata kami sudah bertemu berkali-kali. Dan entah mengapa itu cukup membuatku gugup. Dan setelah dilihat-lihat, dia.. tampan juga. Hey Hyunmi sadarlah!

“Baiklah! Cukup latihannya untuk hari ini, besok kita latihan lagi. Silahkan ganti baju dan pulang!” pelatih menyudahi latihan hari ini. Ah akhirnya…

Aku segara mengganti bajuku dan keluar ruang latihan. Menunggu Taemin mengembalikan kotak bekalku lalu pulang.

Aku duduk di bangku taman sekolah untuk menunggunya keluar dari ruang latihan. Ah itu dia. “Taemin-ah!”

Ia menengok ke arahku dan menghampiriku. “Wae?”

“Itu, kotak bekalku, kembalikan”

“Oh ini” ia malah duduk di sampingku. “Aku belum memakannya, aku makan dulu ya” ia membuka kotaknya. “Oh dim sum ya” ia mulai memakannya.

Aku hanya melihat ke arah dim sum itu. Jujur aku penasaran dengan rasanya. Resep spesial keluarga ibu…

“Kenapa melihat ke sini terus?” Taemin membuyarkan lamunanku. “Ani” jawabku.

Tiba-tiba aku menangkap sesuatu di jari manisnya. “jarimu itu.. kenapa?”

“Ah ini” ia malah membuka plesternya. “kau lihat? Cincin sial ini menempel terus, tidak mau lepas, tuh” ia mencoba melepaskan cincin itu. “coba kau yang lepaskan”

“Hah? Kau pikir aku bisa melepas cincin yang kau pakai? Punyaku saja aku tidak bisa!”

“Maksudmu?”

“Lihat!” aku menunjukkan jari-jariku juga. “Punyaku juga tidak bisa lepas! Ottohkeyo?”
“Ada apa dengan cincin ini? Mengapa mereka tidak mau lepas!!”

“Jangan-jangan memang sudah takdir..”

“Mworago?”

“ANDWAE!”

-TBC-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar