Key’s POV
“Terima kasih ya untuk hari ini, tugasku sudah selesai semua sekarang, ah kau memang sahabatku yang paling pintar!” aku tersenyum mendengarnya. “Ah sama-sama, berkat bantuanmu tugasku juga sudah selesai juga” jawabku.
“Terima kasih ya untuk hari ini, tugasku sudah selesai semua sekarang, ah kau memang sahabatku yang paling pintar!” aku tersenyum mendengarnya. “Ah sama-sama, berkat bantuanmu tugasku juga sudah selesai juga” jawabku.
“Apa? Aku tidak membantu apa-apa Kibum, kau yang membantuku, terima kasih sekali lagi!” Hyunmi lagi-lagi tersenyum. ‘Ah kau membantuku tahu! Membantuku mencerahkan hari ini, membuatku semangat belajar hari ini!’ gumamku dalam hati. “Cheonmaneyo Hyunmi-ah! Sudah beres semua?”
“Ne, ayo pulang, kaza!” ajaknya. Kami keluar dari perpustakaan dan berjalan pulang. Kebetulan rumah kami searah, jadi bisa bersama. Sepanjang jalan ia menceritakan kehidupannya seminggu ini, seperti biasa, selalu ceria. Dan aku senang mendengarnya.
“Aku sampai duluan! Annyeong Kibum-ah!” ia membuka pagar rumahnya. “Annyeong..” aku juga mengucapkan selamat tinggal. Tapi tunggu dulu! Sepertinya ada yang terlupa..
“Ah, Hyunmi-ah!” panggilku sebelum Hyunmi masuk ke rumahnya
“Waeyo?”
“Jakkaman!” aku merogoh tasku dan mengeluarkan sebuah kotak. “Ini!”
Ia menghampiriku, keluar pagar lagi. “Ige mwoya?”. “Untukmu, hadiah dari ku, yang mungkin sudah kau tunggu sejak dulu” aku membuatnya penasaran. “Bukanya di dalam saja ya? I hope you like it. Bye!”
“Arasseo, thanks Key!”
==
Hyunmi’s POV
“Aku pulang” aku masuk ke dalam rumah. Sepi. Kemana orang-orang? “Ahjumma!”
“Ne?” Kim ahjumma mendatangiku. “Umma appa dimana?” tanyaku. “Sedang pergi bersama keluarga Lee, dengar-dengar katanya ke toko perhiasan, lalu..”
“Ah! Algaesseumnida Kim ahjumma, aku naik ke kamar dulu” aku sengaja memotong pembicaraannya, pasti umma appa dan mereka sedang mengurusi untuk acara besok. Menyebalkan. Rencana Taemin harus berhasil, dia harus kabur!
Aku merebahkan tubuhku di kasur dan meletakkan hadiah dari Keybum di perutku. “Mwoya ige?” aku bangun dan membuka kotaknya. Ah! Ini… buku. Buku yang memang sudah aku tunggu sejak lama! “Akhirnya kau menerbitkannya ya, tidak beritahu padaku dulu” aku tersenyum kecil dan mengeluarkan buku itu dari kotaknya dan mulai membacanya.
Ada tulisan tangannya di halaman pertama buku itu,
“Annyeong haseyo Hyunmi-sshi!” mwoya? Formal sekali anak ini (-_-)
“Mianhamnida tidak memberitahumu tentang buku ini,” ya! Tidak akan aku maafkan Key!
“Tapi kau pasti akan memaafkanku jika kau tahu, buku ini buku yang paling pertama yang harusnya diberikan kepada penulisnya, tapi karena kau sudah menantikannya, jadi aku berikan saja padamu. Kau beruntung sudah dapat buku ini duluan! Yang lain harus menunggu seminggu lagi untuk mendapatkannya! This is special for you. Kekekeke”
“Semoga kau suka ya, selamat membaca Park Hyunmi!”
Anak ini.. narsis sekali sih (=.=)
“aku akan membaca bukumu nanti arachi?” aku bicara pada buku itu dan hendak memasukkannya lagi ke dalam kotak. Tapi aku menemukan sesuatu di dalam kotak itu : kalung berbentuk kunci. Bentuknya seperti kunci antik, lucu sekali.
‘Loverholic robotronic loverholic robotronic’
Aku membuka flip LG Lollipop Cyon milikku. Keybum ternyata.
From : Kim Keybum
Sudah buka hadiahku? Kekeke ^.^
~
To : Kim Keybum
Sudah! Jeongmal kamsahamnida Kibum-sshi~..
~
From : Kim Keybum
Formal sekali sih? Waeyo?
~
To : Kim Keybum
Kau duluan yang formal! Kekeke~ aku suka kalung kunci nya ^^
~
From : Kim Keybum
Ah catatanku ya? Kekeke~ syukurlah kau suka kalung itu, biar ingat padaku terus, oke?
~
To : Kim Keybum
Ne! Mwoya? Narsisnya sahabat kunci ku (+_+)
~
From : Kim Keybum
Kekeke~ bukunya jangan lupa di baca ya?
~
Pasti kubaca, dasar cerewet! Tapi nanti ya habis aku tidur siang? Aku sudah mengantuk nih tiduran di ruangan AC begini. Hihihi.
==
Taemin’s POV
Apa ini? Maksudku, apa-apaan ini? Hari ini aku benar-benar jengkel. Dari jam 10 sampai sekarang jam 3 sore para ahjumma dan ahjussi ini mengajakku berkeliling mal. Dan kalian tahu mereka mengajakku kemana saja? Ke toko perhiasan dan ke butik! Hanya 2 tempat itu saja!! Pasti ini untuk acara besok. Tenang saja, aku bakal kabur kok jadi kaian tidak usah repot mengurusi acara itu!
Aku lapar. Benar-benar melewati jam makan siangku. Aish..
“Taemin! Sini coba dulu jas nya!” umma menyuruhku mencoba jas-jas itu lagi. Begitulah dari tadi kerjaanku mondar mandir mencoba jas ini, celana itu, kemeja ini dan dasi itu.. melelahkan kau tahu? Kenapa tidak langsung pilih saja sih?
“Palli ya! Jangan lambat begitu! Kau kenapa sih? Lapar?” tanya appa. Tentu saja lah aku lapar! Aku menangguk kecil. “Baiklah setelah kau mencoba yang ini kau boleh makan, tapi sendirian, dan jangan kabur! Nanti kembali lagi kesini, cari sepatu. Arasseo?” kali ini umma sangat-sangat cerewet. “Algasseumnida”
Dan.. selesai! Hah aku ingin makan ayam sepertinya. Ah itu dia. Aku menuju ke restoran dengan papan nama “Mexicana” *reader: woo promosi mulu lo!*
Aku langsung memesan satu porsi ayam goreng dan kimchi. Aigoo ya, mashita! Aku makan banyak sekali. Tak apalah, wajar aku masih dalam masa pertumbuhan kan? Haha.
‘We gonna rocka rocka rocka rocka rocka rocka so fantastic’
Aish.. sms mengganggu saja! Aku buru buru melihat HP ku dan membaca sms nya. Minho rupanya.
”Ya! Besok jadi tidak? Kalau jadi aku menculikmu jam berapa?”
Baboya! Kenapa pakai kata menculik sih?
To : Minho
Jadi, jam 7 pagi saja, jangan terlambat, ara? Tapi kenapa pakai kata menculik sih? (-_-)
Dia tidak membalasnya lagi, baiklah lanjutkan makannya! Masih ada beberapa potong ayam di hadapanku. Dengan cepat aku memakannya, sebelum aku di panggil lagi untuk mencoba sepatu-sepatu itu (-_-)
Dan.. benar saja..
“Taeminnie!” umma masuk ke restoran ini. “Kenapa hanya makan tapi lama sekali?”
MWOYA?? Aku kan baru saja makan! “Mwo? aku baru sebentar umma, aku habiskan dulu ya? Aku masih lapar..”
“Andwae, ayo keluar dari sini, palli, urusan kita disini belum selesai sayang” umma menarik tanganku dan membawaku keluar dari restoran. Bahkan aku belum cuci tangan! Jinca... (--“)
==
Hyunmi’s POV
‘Juliette..Oh~’
“Nuguyaaa~” haah telpon yang mengganggu tidurku saja. Aku melihat display name nya. ‘Bling-Bling Jonghyun’. Tidak di sekolah, tidak di rumah, selalu saja membangunkanku saat tidur (-.-).
“Mwoyaa?” aku menjawab telponnya
“Hmm.. aniyo” mwoya? Dasar golongan darah AB (-_-).
“Kalau begitu aku tutup ya telponnya, daaah..”
“Jangaaan!”
“Aish.. kenapa menelponku? Tahu tidak kau mengganggu tidur siang seorang putri cantik?”
“Aigooya.. mianhamnida tuan putri.. itu aku ingin bertanya..”
“Tanya apa?”
“Besok kau jadi..”
“Jadi, kenapa kau mau datang?” (-_-)
“Ah tidak.. chukkae ya!”
“Tapi Taemin sudah berencana kabur kok, kemungkinan acaranya batal”
“Jeongmal? Chukkae!”
“Mwo? dasar kau bling bling jonghyun aneh!”
“Biar aneh tapi ganteng kan?”
“Iya lah terserah kau saja! Eh jangan beritahu ini pada siapa-siapa ya? Apalagi ke Sungrin..”
“Tenang saja lah, sahabat bling-bling mu bisa di andalkan!”
“Oke gomawo Jonghyun-ah, annyeong!
“Annyeong!”
Ah.. dasar sahabat aneh. Tapi biarpun aneh dia adalah namja paling baik padaku yang pernah aku kenal (setelah appaku tentunya, kkkk). Sudahlah aku mau melanjutkan tidur. Semoga besok semuanya berjalan seperti yang ku inginkan (^_^).
==
Taemin’s POV
Minggu, pukul 7 pagi waktu Korea bagian kamar Lee Taemin *reader: apadah saa -_-*
“Dimana Choi Minho? Aish..” aku berdiri di balkon kamarku sambil melihat ke arah jalan, mencari si ‘penculikku’ atau lebih tepatnya penyelamatku. Iya kalau dia berhasil membawaku kabur. Kalau tidak?
“Lee Taemin! Sst!”
“Ah akhirnya kau datang” aku menengok ke arah datangnya suara. “Jakkaman aku turun dulu”. Ah untung aku dulu anggota pramuka, aku masih punya tangga dari tali, bisa turun dengan aman, asal tidak berisik pasti aku bisa kabur. Fighting.
Yap! Aku mulai turun dan sedikit lagi berhasil! Tapi..
‘BRUKKK’ sial! Aku harus kabur sekarang! Terdengar suara ibuku. “Mwoya igeee?”
“Palli ya!” Minho menyuruhku lebih cepat. “Arasseo!” aku buru-buru membuka pagar dan meloncat (?) ke motor Minho. “Palli!!”
Ah.. leganya, sudah kabur dari acara itu. Dan Minho mengebut! Aku semakin lega. “Minho ya, gomawo!” aku menepuk pundaknya sambil sedikit tersenyum karena lega. “Cheonmaneyo Taeminnie, tapi aku rasa kau harus menarik kata-kata gomawo mu” kata Minho sedikit cemas. “Waeyo?” aku melihat ke depan.
“A...a..appa?”
==
Hyunmi’s POV
“Dimana mereka?” umma nampak panik karena keluarga Lee belom datang juga. ‘Sepertinya Taemin berhasil, yes!’ aku bersorak dalam hati. Aku kan memang tidak di takdirkan bersama dia umma, sudahlah lupakan saja acara ini..
“Iya, dimana ya mereka? Hyunmi sudah cantik begini..” appa juga ikutan panik. Aku makin senang. Sepertinya Taemin benar-benar berhasil kabur. “Mereka tidak jadi datang ya? Baiklah aku ganti baju saja ya..”
“Enak saja! Mereka pasti datang!”
“Nah itu mereka!” appa berseru. Mwoya?
==
“Kenapa kau datang hah?” aku menyikut lengan Taemin sesaat setelah acara selesai. “Karena aku gagal! Begitu saja harus ku jelaskan!” dia kelihatan kesal. “Kenapa kau gagal! Aku kan jadi mendrita sekarang! Aish..” aku juga ikutan kesal. “Kau menyalahkanku? Kenapa tidak kau saja yang kabur? Aku juga sudah berusaha tahu tidak?”
“Ah kau menyebalkan!”
“Kau yang menyebalkan! Dasar wanita..”
-TBC-
p.s. : maaf keluarnya lama.. lagi bener-bener hiatus.. abis itu laptop yang biasa di pake buat nulis udah lenyap.. jadinya agak lama deh keluarnya.. hoho happy reading ya :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar